Rabu, 19 Juli 2017

Pengaruh Hujan pada Pertandingan Sepak Bola

Kalau lagi hujan, enaknya nyantai-nyantai aja ya di rumah. Sambil makan yang anget-anget kaya bakso atau soto, terus ditemenin sama teh atau kopi panas. Waduh, pasti enak banget. Abis kenyang, terus tiduran deh. :-D
Tapi gimana ya kalau pas hujan-hujan kita harus keluar entah buat apa, pasti ngrepotin banget ya. Contohnya aja pesepak bola. Gak peduli panas atau hujan, kalau udah jadwalnya main atau latihan ya harus dilakukan. Tapi kalau udah namanya cinta, panas atau hujan gak jadi halangan, tetep aja senang.
Di artikel ini, gue pengen ngebahas pengaruh apa aja yang timbul saat turun hujan ketika pertandingan sepak bola berlangsung.

Yang pertama pastinya dingin. Yang namanya hujan di mana-mana pasti dingin. Pemain sepak bola pasti juga ngerasa dingin kalau hujan-hujanan. Apalagi kalau hujannya hujan salju. Pasti lebih dingin lagi. Karena itu, si pemain harus terus bergerak agar tidak kedinginan. Kalau terus bergerak, maka suhu tubuh akan tetap panas. Tapi efeknya mungkin pemain akan lebih cepat kelelahan jika terus bergerak. Akibatnya, permainannya bisa kurang maksimal. Kalau pemain tengah, pasti banyak bergerak. Tapi kalau kiper, gak banyak gerak kalau gak sering diserang. Untungnya, kiper pakai sarung tangan, itu akan membantu menjaga suhu tubuh. Pemain lain pun kadang memakai kaus tangan, terutama pesepak bola di Eropa saat musim dingin. Tidak hanya saat pertandingan, hujan pasti juga sedikit mengganggu pemain saat latihan.
Selain faktor dingin, hujan juga membuat lapangan menjadi licin. Kalau begini, pemain dapat sewaktu-waktu terpeleset saat berlari atau menggiring bola. Bayangin aja misalnya yang kepeleset adalah kiper saat gawangnya diserang. Atau striker yang udah berhadapan dengan gawang tiba-tiba terpeleset dan gak jadi gol. Untuk mengatasi hal ini, pemain bisa menggunakan sepatu yang cocok untuk lapangan basah.
Saat hujan, bola juga jadi lebih licin. Hal ini membuat laju bola menjadi lebih cepat dari biasanya. Udah lapangannya licin, bolanya juga licin. Untuk tim yang sering memainkan bola-bola pendek, mungkin harus menyesuaikan. Bisa dengan menambah kecepatan pemain agar bola tidak jauh. Tapi kalau ini mungkin agak susah. Cara lain bisa dengan mengurangi kekuatan ketika memberi bola.
Jika bola licin, mungkin yang paling kerepotan adalah kiper. Bisa saja ia melakukan blunder saat menangkap bola, tangkapannya lepas karena bola yang licin. Kiper bisa menyiasatinya dengan membiasakan menghadapi bola licin saat latihan.
Bermain saat hujan juga membuat risiko pemain untuk cedera juga lebih besar. Seperti disebutkan di atas, saat hujan pemain jadi cepat lelah sehingga risiko cedera juga lebih besar. Pemain juga bisa saja cedera akibat terpeleset karena lapangan licin. Jadi sebaiknya berhati-hati jika bermain saat hujan.
Selain masalah-masalah yang udah gue sebutin di atas, ada juga masalah lain yaitu genangan air. Genangan air akan muncul kalau ar hujan yang turun gak bisa lagi meresap ke dalam tanah. Hal ini diakibatan oleh hujan yang kelewat lebat, atau memang lapangannya gak punya sistem drainase yang baik. Tentu saja genangan ini akan menghambat laju bola di lapangan. Genangan juga dapat menghambat gerak dan laju para pemain di lapangan. Bahkan terkadang, wasit menghentikan atau menunda pertandingan karena genangan yang terlalu banyak dan sangat menganggu jalannya pertandingan sepak bola.
Hujan yang sangat lebat, apalagi disertai angin kencang, tentu sangat mengganggu jalannya pertandingan. Pandangan para pemain akan terbatas akibat derasnya air hujan. Mata juga kadang menjadi perih karena terkena air hujan. Wasit bisa memutuskan untuk meghentikan pertandingan jika hujan yang turun dianggap terlalu mengganggu jalannya pertandingan.
Hujan kadang juga disertai petir. Ini tentu sangat berbahaya. Sudah ada kasus pesepak bola yang meninggal akibat tersambar petir saat bertanding. Seperti yang kita ketahui, petir akan menyambar objek yang lebih tinggi. Dan di lapangan sepak bola yang datar dan luas, para pemain lah yang jadi objek tertinggi dan jadi sasarn empuk bagi petir. Karena itu hindarilah berada di luar saat terjadi petir, terutama di area lapangan datar dan luas. Hindari juga berada dekat dengan objek yang dapat menjadi sasaran petir.
Tidak hanya pemain, suporter pun pasti terganggu dengan adanya hujan. Mereka yang duduk (ataupun berdiri) di tribun terbuka pasti akan kehujanan dan kedinginan. Beberapa penonton mungkin memakai jas hujan, tetapi kebannyakan tidak. Kalau penonton VIP sih enak ya, hujan gak kehujanan, panas gak kepanasan. Tapi penonton lain sama aja kok, hujan gak kepanasan, panas gak kehujanan. :-D
Tapi seperti yang udah gue bilang, kalau udah cinta, gak ada tuh alasan hujan atau panas. Para suporter ini pasti akan tetap setia mendukung tim kesayangannya, terus berteriak dan bernyanyi, kalau perlu sambil bergoyang.
Hmm.., tapi ada untungnya juga sih sebenarnya kalau hujan. Kalau hujan kan kita gak bakal kepanasan, gak bakal kehausan. :-D
***
**
*
Sumber gambar: netralnews.com

Oke deh, sekian penbahasan gue soal pengaruh/dampak apa aja yang ditimbulkan hujan, hampir semua negatif ya, terhadap pertandingan sepak bola. Semua tulisan itu hasil pemikiran gue dari berbagai pertandingan yang pernah gue saksikan dan berita-berita yang pernah gue lihat dan baca. Kalau ada kritik, saran, ataupun koreksi silakan aja komen di bawah yaa..

0 komentar:

Posting Komentar