Kalau lagi hujan,
enaknya nyantai-nyantai aja ya di rumah. Sambil makan yang anget-anget kaya
bakso atau soto, terus ditemenin sama teh atau kopi panas. Waduh, pasti enak
banget. Abis kenyang, terus tiduran deh. :-D
Tapi gimana ya
kalau pas hujan-hujan kita harus keluar entah buat apa, pasti ngrepotin banget
ya. Contohnya aja pesepak bola. Gak peduli panas atau hujan, kalau udah
jadwalnya main atau latihan ya harus dilakukan. Tapi kalau udah namanya cinta,
panas atau hujan gak jadi halangan, tetep aja senang.
Di artikel ini,
gue pengen ngebahas pengaruh apa aja yang timbul saat turun hujan ketika
pertandingan sepak bola berlangsung.
Yang pertama
pastinya dingin. Yang namanya hujan di mana-mana pasti dingin. Pemain sepak
bola pasti juga ngerasa dingin kalau hujan-hujanan. Apalagi kalau hujannya
hujan salju. Pasti lebih dingin lagi. Karena itu, si pemain harus terus
bergerak agar tidak kedinginan. Kalau terus bergerak, maka suhu tubuh akan
tetap panas. Tapi efeknya mungkin pemain akan lebih cepat kelelahan jika terus
bergerak. Akibatnya, permainannya bisa kurang maksimal. Kalau pemain tengah, pasti
banyak bergerak. Tapi kalau kiper, gak banyak gerak kalau gak sering diserang.
Untungnya, kiper pakai sarung tangan, itu akan membantu menjaga suhu tubuh.
Pemain lain pun kadang memakai kaus tangan, terutama pesepak bola di Eropa saat
musim dingin. Tidak hanya saat pertandingan, hujan pasti juga sedikit
mengganggu pemain saat latihan.
Selain faktor
dingin, hujan juga membuat lapangan menjadi licin. Kalau begini, pemain dapat
sewaktu-waktu terpeleset saat berlari atau menggiring bola. Bayangin aja
misalnya yang kepeleset adalah kiper saat gawangnya diserang. Atau striker yang
udah berhadapan dengan gawang tiba-tiba terpeleset dan gak jadi gol. Untuk
mengatasi hal ini, pemain bisa menggunakan sepatu yang cocok untuk lapangan
basah.
Saat hujan, bola
juga jadi lebih licin. Hal ini membuat laju bola menjadi lebih cepat dari
biasanya. Udah lapangannya licin, bolanya juga licin. Untuk tim yang sering
memainkan bola-bola pendek, mungkin harus menyesuaikan. Bisa dengan menambah
kecepatan pemain agar bola tidak jauh. Tapi kalau ini mungkin agak susah. Cara
lain bisa dengan mengurangi kekuatan ketika memberi bola.
Jika bola licin,
mungkin yang paling kerepotan adalah kiper. Bisa saja ia melakukan blunder saat
menangkap bola, tangkapannya lepas karena bola yang licin. Kiper bisa
menyiasatinya dengan membiasakan menghadapi bola licin saat latihan.
Bermain saat
hujan juga membuat risiko pemain untuk cedera juga lebih besar. Seperti
disebutkan di atas, saat hujan pemain jadi cepat lelah sehingga risiko cedera
juga lebih besar. Pemain juga bisa saja cedera akibat terpeleset karena
lapangan licin. Jadi sebaiknya berhati-hati jika bermain saat hujan.
Selain
masalah-masalah yang udah gue sebutin di atas, ada juga masalah lain yaitu
genangan air. Genangan air akan muncul kalau ar hujan yang turun gak bisa lagi
meresap ke dalam tanah. Hal ini diakibatan oleh hujan yang kelewat lebat, atau
memang lapangannya gak punya sistem drainase yang baik. Tentu saja genangan ini
akan menghambat laju bola di lapangan. Genangan juga dapat menghambat gerak dan
laju para pemain di lapangan. Bahkan terkadang, wasit menghentikan atau menunda
pertandingan karena genangan yang terlalu banyak dan sangat menganggu jalannya
pertandingan sepak bola.
Hujan yang sangat
lebat, apalagi disertai angin kencang, tentu sangat mengganggu jalannya
pertandingan. Pandangan para pemain akan terbatas akibat derasnya air hujan.
Mata juga kadang menjadi perih karena terkena air hujan. Wasit bisa memutuskan
untuk meghentikan pertandingan jika hujan yang turun dianggap terlalu mengganggu
jalannya pertandingan.
Hujan kadang juga
disertai petir. Ini tentu sangat berbahaya. Sudah ada kasus pesepak bola yang
meninggal akibat tersambar petir saat bertanding. Seperti yang kita ketahui,
petir akan menyambar objek yang lebih tinggi. Dan di lapangan sepak bola yang
datar dan luas, para pemain lah yang jadi objek tertinggi dan jadi sasarn empuk
bagi petir. Karena itu hindarilah berada di luar saat terjadi petir, terutama
di area lapangan datar dan luas. Hindari juga berada dekat dengan objek yang
dapat menjadi sasaran petir.
Tidak hanya
pemain, suporter pun pasti terganggu dengan adanya hujan. Mereka yang duduk
(ataupun berdiri) di tribun terbuka pasti akan kehujanan dan kedinginan.
Beberapa penonton mungkin memakai jas hujan, tetapi kebannyakan tidak. Kalau
penonton VIP sih enak ya, hujan gak kehujanan, panas gak kepanasan. Tapi
penonton lain sama aja kok, hujan gak kepanasan, panas gak kehujanan. :-D
Tapi seperti yang
udah gue bilang, kalau udah cinta, gak ada tuh alasan hujan atau panas. Para
suporter ini pasti akan tetap setia mendukung tim kesayangannya, terus berteriak
dan bernyanyi, kalau perlu sambil bergoyang.
Hmm.., tapi ada
untungnya juga sih sebenarnya kalau hujan. Kalau hujan kan kita gak bakal kepanasan,
gak bakal kehausan. :-D
***
**
*
Sumber gambar: netralnews.com
Oke deh, sekian
penbahasan gue soal pengaruh/dampak apa aja yang ditimbulkan hujan, hampir semua negatif
ya, terhadap pertandingan sepak bola. Semua tulisan itu hasil pemikiran gue
dari berbagai pertandingan yang pernah gue saksikan dan berita-berita yang
pernah gue lihat dan baca. Kalau ada kritik, saran, ataupun koreksi silakan aja
komen di bawah yaa..
Baca juga: Bagaimana Proses Terjadinya Hujan?







0 komentar:
Posting Komentar