
Menurut kalian, apa
sih arti bahagia itu?
Saya bertanya kepada beberapa teman tentang arti bahagia menurut mereka. Jawaban mereka beragam. Ada yang bilang kalau bahagia itu abstrak, relatif, bahkan tidak terdefinisi. Yang lain menjawab bahagia adalah saat senang dan tidak ada masalah. Jawaban lain menyatakan bahwa bahagia adalah saat hati dan pikiran sejalan dengan apa yang terjadi. Ada juga yang mengatakan bahwa bahagia itu saat hidup berjalan mulus, meski ada masalah tetapi dapat diselesaikan. Bahkan ada pula yang menjawab bahwa bahagia adalah saat berkumpul bersama orang yang disayangi.
Saya bertanya kepada beberapa teman tentang arti bahagia menurut mereka. Jawaban mereka beragam. Ada yang bilang kalau bahagia itu abstrak, relatif, bahkan tidak terdefinisi. Yang lain menjawab bahagia adalah saat senang dan tidak ada masalah. Jawaban lain menyatakan bahwa bahagia adalah saat hati dan pikiran sejalan dengan apa yang terjadi. Ada juga yang mengatakan bahwa bahagia itu saat hidup berjalan mulus, meski ada masalah tetapi dapat diselesaikan. Bahkan ada pula yang menjawab bahwa bahagia adalah saat berkumpul bersama orang yang disayangi.
Guru saya pernah berkata, bahwa di
dunia ini tidak ada kebahagiaan.
Kebahagiaan hanya ada di surga. Kata beliau,
sesenang apa pun seseorang hidup, pasti ada sesuatu yang membuat ia susah,
gelisah, marah, sedih, maupun perasaan-perasaan tidak enak lainnya. Dan memang
benar kata beliau.
Saya teringat salah satu teman saya
yang pernah mengeluh bahwa menjadi siswa SMA itu susah, lebih enak jadi guru
katanya, lebih bahagia. Tetapi pada kenyataannya, menjadi guru tidak sesenang
dan semudah yang ia pikirkan. Saya pun mengerti betapa repotnya seorang guru
karena ibu saya sendiri pun adalah guru. Guru tidak hanya orang yang masuk
kelas, memberi tugas, lalu keluar. Mereka juga punya tanggung jawab terhadap
atasannya (kepala sekolah) dan juga keluarga. Masalah pun selalu ada
menghampiri mereka. Bahkan guru saya yang lain pernah berkata bahwa lebih enak
saat menjadi murid. Jadi murid itu, kata beliau, tidak banyak mengalami
masalah. Kalau pun ada, hanya masalah-masalah kecil. Saya pikir benar juga.
Lagi pula beliau pernah jadi murid juga, jadi pasti tahulah rasanya menjadi
murid.
Gambaran di atas
sedikit menggambarkan bahwa setiap manusia, siapa pun orangnya, tentu pernah
mengalami masalah dalam hidupnya. Dan jika kita merujuk pada arti bahagia adalah
saat tidak ada masalah, maka benarlah ucapan guru saya bahwa tidak ada
kebahagiaan di dunia ini.
* * *
Pesepak bola juga
manusia, maka tidak ada pesepak bola yang bahagia. Tentu saja opini saya
tersebut beralasan. Setiap pesepak bola juga punya berbagai masalah. Mulai dari
amatir hingga mega bintang, pastinya punya problem masing-masing.
Pemain amatir,
misalnya, tentu punya masalah soal gaji dan pendapatan. Terlebih jika pemain
tersebut tidak punya pekerjaan lain. Selain itu, masalah kesehatan dan
keselamatan saat bermain juga tidak ada jaminan. Bisa saja seorang pemain amatir
mengalami cedera parah, sementara klubnya tidak mampu membiayai pengobatannya.
Tentu ini akan menjadi masalah besar.
Lain hal dengan pemain
profesional, terutama di klub-klub Eropa. Si pemain pastinya mendapat gaji yang
relatif besar, asuransi kesehatan, serta kehidupan yang serba berkecukupan.
Lebih-lebih jika ia berstatus sebagai pemain bintang. Cristiano Ronaldo,
misalnya, mendapat gaji tiap minggunya sebesar Rp5,5 milyar (sudah dipotong
pajak). Belum lagi termasuk pendapatannya dari sponsor dan lain-lain. Bahkan
seorang Mark Scwarzer saja, yang cuma kiper cadangan di Leicester City, bisa
mendapat gaji sebesar £20.000 (kira-kira Rp321 juta) setiap minggunya..
Di samping mempunyai
keuangan yang wah, pemain seperti Ronaldo ataupun Messi berhasil meraih
berbagai gelar, baik gelar individu maupun klub. Ronaldo berhasil membawa
Portugal juara Piala Eropa dan membawa Real Madrid juara Liga Champions Eropa
tahun ini. Ia juga berhasil menggondol gelar pemai terbaik UEFA tahun 2016.
Prestasi Messi tidak kalah mentereng. Ia telah lima kali meraih gelar Baloon
D’or, yang terbanyak hingga saat ini. Ia juga sukses membawa Barcelona meraih
gelar La Liga Spanyol musim 2015/2016. Bahkan pada musin 2014/2015, El Barca
dibawanya meraih treble winner. Mereka juga punya banyak penggemar dari
seluruh dunia. Akun Twitter Ronaldo (@cristiano) diikuti oleh lebih dari 40
juta orang. Dan jika diminta menyebutkan dua nama pemain sepak bola, mungkin
kalian yang tidak mengikuti perkembangan sepak bola akan menyebut Ronaldo dan
Messi. Tidak hanya dari sisi material, dari segi mental pun mereka sangat
senang dan menikmati hidupnya sebagai pemain sepak bola.
Saya, Anda, atau siapa
pun, tanpa memikirkan apa sebenarnya arti bahagia, tentu setuju jika mereka
dikatakan sangat bahagia hidupnya. Anda boleh saja berpikiran seperti itu.
Tetapi hidup ini tidak pernah mulus. Selalu saja ada gesekan dan hambatan dalam
jalan hidup ini. Mungkin jalan tanpa gesekan hanya ada di soal-soal fisika.
Kenyataannya memang
demikian. Seorang Cristiano Ronaldo--dengan semua kemampuan, gol, dribel, aksi,
hingga berbagai gelar prestisius yang sudah dimilikinya—tetap saja manusia
biasa. Sebagai pemain bintang, tentu beban besar dan ekspektasi tinggi harus
dipikulnya. Dan ketika semua itu tidak mampu ia wujudkan dengan penampilannya
di lapangan, maka berbagai komentar dan kritik akan mengarah padanya. Inilah
yang menjadi masalah baginya. Belum lagi wataknya yang, kata orang, egois dan
arogan. Soal Real Madrid yang belum juga memenangi La Liga sejak 2013 pun juga
jadi masalah bagi seorang CR7.
Lain lagi dengan
masalah yang dialami Lionel Messi. Meski ia telah 5 kali menjadi pemain terbaik
dunia dan berbagai gelar telah diberikannya bagi Barcelona, ia tetap tak mampu
memberikan trofi bergengsi bagi tanah kelahirannya, Argentina. Tiga kali
berlaga di final turnamen besar dalam tiga tahun terakhir, tiga kali pula ia
gagal membawa piala ke Argentina. Lengkap sudah, dapat piring cantik. Sebuah
problem yang sangat besar bagi pemain sebesar Lionel Messi. Karena itu pulalah
ia sempat ingin pensiun dari timnas, meski pada akhirnya tidak jadi. Di balik
bakat besarnya, Messi pun pernah mengalami masalah besar pada masa kecilnya. Ia
kekurangan hormon pertumbuhan. Hal itu memang bukan masalah lagi sekarang.
Dengan tubuh kecilnya itu, ia dengan lincahnya meliuk-liuk melewati pemain
lawan. Itu pun memunculkan masalah baru. Pemain yang merasa tidak mungkin
merebut bola dari kaki Messi akan lebih memilih menekelnya. Akibatnya, Messi
menjadi rentan cedera. Ditambah sikapnya yang selalu ingin bermain dan tidak
mau diganti, apalagi dicadangkan. Lionel pun pernah tersangkut masalah
penggelapan pajak bersama ayahnya.
* * *
Hidup memang tidak
pernah mulus. Selalu saja muncul berbagai masalah, mulai dari kerikil hingga
batu besar bisa menjadi sandungan bagi siapa saja. Jika kita mengartikan
bahagia sebagai keadaan tanpa masalah, maka di dunia ini tidak akan pernah ada
kebahagiaan.
Saya lebih sepakat
jika bahagia diartikan sebagai keadaan di mana kesenangan yang kita peroleh
mampu menghapus masalah yang kita alami. Saat di mana tidak ada masalah
dinamakan kebahagiaan ideal, dan kebahagiaan ideal hanya ada di surga.
Sebagaimana sebuah trafo, maka kebahagiaan ideal tidak akan pernah terwujud di
dunia. Yang ada hanya mendekati ideal.
Manusia hidup di dunia
memang bukan untuk berbahagia, tetapi untuk mengusahakan agar Tuhan memberikan
kebahagiaan di akhirat nanti, berupa surganya.
Semoga bahagia...
Data diolah dari berbagai sumber
Gambar: youtube.com
Gambar: youtube.com






0 komentar:
Posting Komentar